Sebut saja namaku bunga haha, sempat aku ga mau untuk hamil lagi mengingat sejarah lairanku yang menyakitkan, tapi beberapa waktu ini ada yang mengusikku dan membuatku galau, saat aku memperhatikan thole semata wayangku (saat ini) yang selalu nangis kesepian saat ditinggal temen2nya pulang usai bermain dirumah.. teriris rasanya hati ini #lebay.. pengen rasanya ngasih adek buat Bara, tapi…

harus hamil dulu ya? its ok

harus lairan dulu ya? ennnnnnaaaahhhhh ini, ini nih yang bikin maju mundur maju mundur lagi..

apa iya aku harus merasakan sakitnya melahirkan lagi? apa iya bisa normal? gimana kalo SC? gimana kalo KPD lagi? gimana kalo harus diinduksi lagi? widiiiih, ga ada ujungnya deh pertanyaanku, tiap malam selalu menghantui pikiran. Ayah Bara sih ga terlalu maksa, semua terserah aku *jadi merasa bersalah banget kan?

Banyak kehamilan dan kelahiran yang semakin menggodaku untuk segera menimang bayi lagi..

Berdo’a, yah semua dikembalikan ke Allah sang Pemilik Hati, tiap do’aku selalu minta diberikan petunjuk, ketetapan hati untuk kembali diberi amanah besar. Mulailah aku dengan mencari ilmu di internet, ilmu tentang jarak ideal antara anak pertama dan kedua, rata-rata menyebutkan bahwa jarak emasnya adalah sekitar 3-4tahun dari anak pertama, bisa dibaca disini

mantaplah hati ini, sepertinya sekarang waktu yang tepat, tidak henti mencari ilmu gimana tekniknya mendapatkan anak perempuan, bukan maksud hati mendahului kehendak Allah Yang Kuasa, tapi bukankah manusia memang diberi akal pikiran dan ilmu?? ikhtiar tidak ada salahnya, dan tetap berdoa diberikan yang terbaik. About choosing your baby’s sex, just click what scientist say

ok, im ready, ublek-ublek ilmu soal persiapan nutrisi jelang kehamilan, dan belanjaaaaaaaaaaaaa penuhin kulkas, beli lagi anmum #hatisudahterpikatlamadengansusuini

dua bulan sudah persiapan nutrisi dan bara  sudah dikondisikan dengan apa-apa yang menyangkut kehadiran dede bayi, dan perannya sebagai kaka..

ga tau kenapa sial sekali sore itu, kenapa juga aku harus tiba-tiba berhasrat timbang badan, daaaan jreng jreng jreng 61, MAK JLEEEBBBB rasanya *bumi brenti berputar. turun turun turun (segera aku turun dari timbangan), dan naik! JLEBB!!! kucek-kucek mata, melotot!! 61!!!

3,5 taon yang lalu, 61 itu saat aku hamil 9bln si Bara, nah sekarang???? hamil juga nggak! padahal sebulan yang lalu masih 56. sepertinya harus mengurungkan niat untuk menyegerakan hamil, berat badan harus dalam kondisi normal. gak lucu juga kalo hamil start 61, +70 bisa kayak tong ngglundhung aku *ambil kaca liat body+bemper.. bukan hanya karena takut gemuk, tapi juga efeknya.

mungkin memang belum saatnya, yang jelas sekarang lebih mengatur pola makan dan menghentikan dengan sementara susu persiapan kehamilan, rajin olahraga meski hanya 30menit jjogging ato zumba yang jelas harus ada kalori yang terbakar. mohon doanya yaa, semua rencanaNYA memang indah pada waktunya, amin..