ASI ku untuk buah hatiku

berawal dari seorang teman ya teman sma+teman chat+teman bawel *maaf jeng anik hihihi* yang berdiskusi denganku beberapa hari kemarin, nanya2 soal pengalaman ASIku, secara dia juga sama sebagai working mom, dan aku sebagai konselor laktasi orang yang lebih berpengalaman dia beranak dua, dan gue baru beranak satu :)

dan berawal juga dari omongan ibu2 yang disampaikan kepadaku dengan sebelumnya bertanya:
ibu itu: “itu anaknya ya bu?”
mbok e Bara: “iya bu”
ibu itu:”umur berapa?”
mbok e Bara: “18 bulan”
ibu itu: “wah besar ya, belum dua tahun loh, saya pikir sudah 2 th”
mbok e Bara: iya (dalam hati bersorak, hooorrrraaaay)
ibu itu: “ASI ya bu?”
mbok e Bara: “iya” (dalam hati: 6bln xclusife, stelah itu campur sufor/UHT/pasteurisasi sih skr, yg bikin saya sesek di dada blm bisa full ASI)
ibu itu:”pantes, keliatan kok bayi2 ASi itu emang, saya kalo liat ibu2 ga mau netekin bayinya itu saya pikir -IBU GOBLOK-. takut PDnya rusak lah”
… dan saya hanya bisa mengiyakan…

GO ASI GOOOOOOO!!!!!!

mo cerita ke Bara ah….

Dear Baraku sayang,
Sesaat setelah bara lahir, bunda minta ke dokter ama suster untuk inisiasi menyusui dini *sepertinya bukan IMD yg sbenernya*. cuma bunda sedikit kecewa krn Bara tdk diletakkan di dada bunda untuk mencari put*ng bunda sendiri tapi bara dipegang sama suster, lamaaaa banget perjuangannya, tp Alhamdulillah meskipun sedikit kolostrum yg masuk waktu itu. Masih di rumah sakit bunda tetep berusaha memberi ASI ke Bara, tidak selalu sukses. Eyang Uti yang waktu itu ikut jagain di RS jadi khawatir karena bunda sudah bilang ke suster jangan sampe Bara dikasih susu formula. Bunda sih tenang-tenang saja, karena menurut ilmunya Bunda , Bara akan bertahan sampe 3 hari meskipun tidak makan minum apa-apa karena bayi baru lahir masih punya cadangan makanan dari sejak di dalam rahim. Tapi ternyata ketenangan bunda berakhir juga *gimana enggak, bara anak satu2nya yang bunda tunggu2, bunda ngga mau terjadi apa2*, bara dikasih susu formula, dan sedotannya ruar biasa, pertama dikasih 30ml habis dalam sekejab.

Setiba di rumah, bunda terus berjuang menyusui Bara, tapi selalu diawali dengan tangisan, istilah bunda waktu itu kalo mau susui bara “mo perang dulu” hihihi. Alhamdulillah seiring waktu, susu formula benar2 di stop, dan bara full ASI sampe usia 3 bulan. Setelah itu dengan berat hati, bunda kembali ke rutinitas pekerjaan, dan bunda mulailah mempelajari seluk beluk manajemen ASI. Bunda siapkan alat perang untuk menyimpan ASI perah, coolbox dan blue ice, beberapa botol UC1000, sementara untuk alat perah cukup pake tangan saja.

Tiap hari sampai bara usia 7 bulan, bunda hilir mudik naik bis gempol-malang bawa coolbox *ayah sih yg bawain hehehe, tapi kebayang kan kalo lagi ga dapet tempat duduk di bis?*

blue ice

blue ice

Coolbox

Coolbox

di kantor bunda usahakan rajin untuk memenuhi stok ASI perah, tapi entah kenapa udah suplemen, udah makanan, stelah 7 bulan, sempet puasa ramadhan juga, ASI bunda sudah tidak lagi selancar dulu. Tapi Alhamdulillah sampe bara usia 18 bulan sekarang, bunda masih diberi kesempatan untuk memberikan cairan emas itu ke Bara meskipun tidak lagi penuh ASI, kecuali sabtu minggu, Bara bisa full ASI, kalopun harus terkontam sufor maks. 2 botol sehari. Alhamdulillah, semoga bunda tetap bisa memberikan yang terbaik buat Bara

Sun sayang dari Bunda

Bara… DPT 4 udah bunda berikan ya…

13/11/2010 kurang lebih jam 10 siang waktu Malang dan sekitarnya , dengan dr. Flora di RSIA Mutiara Bunda

Bara mendapatkan imunisasi DaTP (ke-4) + HiB (ke-4) + polio oral (ke-5).
Horreeeeeee, wajibnya hampir selesei :)
Sengaja bunda memilih infanrix HiB karena usia Bara sudah 18 bulan, fungsinya sebagai booster, dan sebenarnya dikarenakan bunda terlalu sayang untuk melihat Bara demam.

Berat bara di usia 18 bulan ini 11kg (hmm kata dokter, kurang dikiiiiit aja, standarnya kurleb 11,7kg). yah ini karena Bara hampir 3 minggu GTM, susah banget makannya, tp skr udah balik tuh nafsu makannya, jgn GTm lagi ya naaak.
Tingginya kalo bunda ga salah itung sekitar 85cm (maklumlah nak, itu pengukur tinggi badan kan angkanya hanya di kelipatan 25, ga sempet ngitung yg diatas 75, keburu Baranya lari, jd ya dipas-pasin aja :)

Habis ini genjot lagi makannya ya naak…
gpp deh Bunda ga keluar2 dari dapur hehehe

18 Bulan Aldebaran

horrrreeeee tidak terasa sudah 18 bulan aja berperan sebagai orang tua, segudang pengalaman baru, sangat menyenangkan, seneng haru birunya menyaksikan perkembangan Bara membuat hidup terasa begitu indahnya *cie cieeee*, merasakan sakitnya saat Bara sakit membuat kita lebih memahami arti memiliki dan menyayangi..

selamat ulang bulan ke 18 ya Aldebaran sayang… ayah bunda sayang Bara

kali ini Bunda akan menyampaikan kenapa ayah bunda memberi nama Bara : Aldebaran Diamanta Nafis..

Prediksi dokter, Bara akan lahir tanggal 28 MEI 2009. mulailah bunda mencari cari nama dengan arti yang bagus sesuai doa ayah bunda *nama yang unik dengan sejuta arti*
entah kenapa, bunda kok pengen nama-nama yang berbau istilah astronomi *ngidam astronot juga enggak*, akhirnya ublek2 nemulah nama “ALDEBARAN“, yang berarti Sebuah bintang raksasa merah, paling cemerlang dalam rasi Taurus (Mei). Jarak Aldebaran 65 tahun cahaya dan garis tengahnya 36 kali matahari.
nama ini langsung di acc sama Ayah *senengnya*
lalu bunda mencari-cari suku kedua yang melengkapi Aldebaran, setelah melewati hari2 perhuntingan, keputusan jatuh pada “DIAMANTA”, diamon, artinya permata, berkilauan.. semangkin memperkuat kalau bunda menginginkan anak bunda menjadi bintang yang berkilauan dan “NAFIS” yang artinya berharga bagi semuanya.

“As the Alpha star on the constellation where it resides, I hope that he will be as bright as Aldebaran in the night sky, in life and everything “

Cheers for the Brightest Star!

Terjawab sudah pertanyaanku tentang DPT dan DPaT (episode 2)

setelah mencari ilmu kesana kemari, manteplah ini kesimpulannya (untuk bunda-bunda yang bingung seperti saya hehehe, hope it helps ya)

cekidoooot:

ini email dari dr. wati di milis sehat:

“…thanks buat sharing kalian semua … perihal vaksin combo vs imunisasi simultan
vs bolehkah mencampur vaksin tunggal satu dengan lainnya

Mohon maaf, jelas mencampur vaksin tunggal satu dengan lainnya TIDAK
diperbolehkan dan TIDAK dibenarkan
Apapun merek vaksinnya

Misalnya … Infanrix (DaPT) tidak boleh dicampur dengan Act HiB atau Hiberix
Dst dst dst

Jadi pilihan kita harus terbatas dua:
1. Menggunakan vaksin tunggal dan diberikan secara simultan (tergantung
kebutuhan bisa 2 – 4 suntikan per kunjungan)

2. Mempergunakan vaksin combo (dari pabriknya sudah diproses sebagai vaksin
combo misalnya:
Infanrix-HiB; TetractHib [DPT-HiB]; DPT-HepB nya Biofarma
Pentacell meski vaksin combo .. masih dipertanyakan penggunaannya di Indonesia
karena polionya dalam bentuk in jeksi [IPV] sedangkan Indonesia belum bebas
polio

Catatan: vaksin combo DaPT-HiB jangan diberikan pada imunisasi dasar [imunisasi
dasar adalah imunisasi pada usia 2, 4, 6 bulan]
Vaksin combo ini berikan di usia 18 bulan …”

kesimpulannya:
- di usia 2, 4, 6bulan berikan DPT dan HiB secara terpisah atau menggunakan combo DPT HiB (Tetract HiB). ini karena titer antibodinya maksimal
- di usia 18 bulan boleh menggunakan Tetract HiB/Infanrix HiB (combo DaPT HiB)

ow iya, kalo ada yang lupa untuk tidak memberikan HiB di usia 2, 4, 6 bulan, menurut sumber yang saya baca:
-bisa diberikan di usia 7-12bulan sebanyak 2x suntikan dengan interval 4 minggu
- jika diatas 12bulan sebanyak 1x suntikan
(cmiiw ya), tapi sebaiknya konsultasi dengan DSA terlbeih dahulu

senangnya sudah menemukan yang aku cari hahayyyy


Terjawab sudah pertanyaanku tentang DPT dan DPaT

Berawal dari membaca thread di milis sehat yang rame membicarakan imunisasi, kok ya saiiya iseng banget chat sama jeng Vera nanyain imunisasi. Dari situlah ketauan kalo Bara waktunya imunisasi DPT ke 4  usia 18 bulan *dag dig duerrrrr* kalutlah diriku *lebay*. gmn nggak? secara 2 hari lagi tgl 12 november 2010 Bara udah genap 18 bulan. pertanyaannya “telat ga ya?”

setelah tanya ke berbagai sumber dan dr. Flora, Alhamdulillah masih toleransi telat 2 hari.

pertanyaan selanjutnya “pake tetract Hib ato Infanrix Hib?” huaaaaa

1. segi keoptimalan

2. segi biaya (mehong banget ya?)

kebetulan menemukan link ini : http://dr-anak.com/plus-minus-vaksin-kombinasi.html/comment-page-1#comment-1745

akhirnya saya copas disini ya, siapa tau berguna:

PLUS-MINUS VAKSIN KOMBINASI

Vaksin kombinasi sebenarnya bukan hal baru bagi kita. Kita mengenal ada vaksin DPT untuk menangkal penyakit difteri, pertusis, dan tetanus. Baru-baru ini, telah muncul vaksin kombinasi lain bernama Infanrix/HiB. Apakah vaksin kombinasi itu, dan sejauh mana plus-minusnya dijelaskan dalam tanya jawab dengan Prof. DR. dr. Sri Rezeki Hadinegoro, Sp.A(K)., dari RSUPN Cipto Mangunkusumo, Jakarta berikut ini. Beliau adalah Ketua Satgas Imunisasi Ikatan Dokter Anak Indonesia.
Apa itu vaksin kombinasi?

Vaksin kombinasi merupakan beberapa vaksin (antigen) yang digabung menjadi satu.

Negara mana saja yang sudah menerapkan vaksin kombinasi?

Di dunia penggunaan vaksin kombinasi sudah menjadi tren global yang tak bisa dicegah lagi kehadirannya. Persentasi penggunaan vaksin kombinasi yang paling banyak yaitu di Eropa dan Amerika. Di Asia, seperti Malaysia juga sudah lama diterapkan. Sedangkan Singapura telah menggunakan beberapa vaksin kombinasi seperti vaksin kombinasi DPaT/HiB, DpaT/Hepatitis B/Polio. Sedangkan di Indonesia sendiri, penggunaan vaksin kombinasi baru kira-kira 25 persen.

Mengapa vaksin-vaksin yang ada perlu dikombinasi?

Ketimbang 40 tahun ke belakang, pada era globalisasi ini, jumlah penyakit makin bertambah banyak sehingga kebutuhan akan vaksinasi pun semakin meningkat. Mau tak mau, jadwal suntikan dalam program imunisasi jadi lebih banyak. Di Indonesia, pemberian imunisasi wajib adalah BCG 1 kali, DPT-Polio 3 kali, campak 1 kali, dan hepatitis B 3 kali. Sedangkan vaksin anjuran antara lain MMR, tifus, cacar air, hepatitis A dan HiB. Berarti bayi hingga usia satu tahun perlu disuntik sebanyak 11 kali. Nah, untuk mempermudah atau menyederhanakan pemberian vaksin maka diciptakanlah vaksin kombinasi.

Apa saja vaksin kombinasi yang sudah tersedia?

Setelah ada vaksin DPT atau DPaT, MMR, DPT/Hepatitis B, vaksin kombinasi terbaru adalah gabungan antara vaksinasi DPaT dengan HiB yang disebut Infanrix/HiB. Vaksin kombinasi ini dapat memberikan perlindungan terhadap 4 jenis penyakit berbahaya pada bayi, yaitu difteri, pertusis, tetanus, dan penyakit-penyakit akibat HiB.

Vaksin Infanrix/HiB ini merupakan vaksin kombinasi yang sudah mendapatkan izin dari BP-POM sejak Februari tahun 2004 dan telah ada di pasaran sejak April 2004. Pemberian vaksinnya pun sesuai dengan jadwal imunisasi yang telah direkomendasikan oleh Ikatan Dokter Anak Indonesia.

Apa beda DPT dan DPaT?

Sebenarnya penyakit yang ditangkal sama yaitu difteri, pertusis dan tetanus. Hanya saja, vaksinasi DPT seringkali menimbulkan efek samping demam pada anak. Sedangkan vaksinasi DPaT, berkat kecanggihan teknologi kesehatan, dapat meminimalisasi risiko demam tersebut. Sampai sekarang, vaksin DPT tetap beredar di pasaran dan masih digunakan di sekolah, puskesmas, posyandu dan klinik praktik dokter. Sementara vaksin DPaT merupakan alternatif bagi bayi atau anak yang pernah menderita kejang demam, atau yang mempunyai penyakit saraf lainnya.

Mengapa vaksin DPaT harus berkombinasi dengan HiB dan bukan vaksin lainnya?

Karena vaksin DPaT mempunyai jadwal imunisasi primer yang hampir sama dengan jadwal imunisasi primer HiB. Vaksinasi DPaT pertama dilakukan pada bayi usia 2-4 bulan. Suntikan ke-2 di usia 3-5 bulan dan ketiga saat 4-6 bulan. Sedangkan jadwal imunisasi primer pertama untuk vaksin HiB adalah saat usia bayi 2 bulan, yang kedua di usia 3-4 bulan dan suntikan ketiga pada 4-6 bulan. Yang dimaksud vaksinasi primer adalah vaksinasi yang dilakukan di saat usia bayi kurang dari 12 bulan.

Bagaimana keamanan vaksin kombinasi?

Suatu vaksin dikatakan aman setelah melalui proses penelitian yang panjang. Begitu juga dengan vaksin kombinasi DPaT dan HiB. Penelitian tentang keamanan vaksin kombinasi sudah melalui proses selama 30 tahun lebih dan sudah terbukti aman diberikan kepada anak.

Apakah vaksin kombinasi mengandung thimerosal yang dicurigai sebagai penyebab autisme?

Vaksin Infanrix/HiB tidak mengandung thimerosal tapi mengandung zat pengawet 2-phenoksi-etanol agar tak terkontaminasi kuman. Sementara masa kedaluwarsa vaksin adalah dua tahun. Thimerosal sendiri merupakan suatu zat dari bahan merkuri yang dalam vaksin berfungsi mencegah pencemaran. Zat ini tak perlu ada pada vaksin yang dikemas untuk sekali pakai, dan juga tidak digunakan untuk jenis vaksin hidup karena cukup tahan lama. Kalau toh thimerosal digunakan pada suatu vaksin, kandungannya pun sangat kecil. Jadi risiko merkurinya pada manusia sangat jauh lebih kecil ketimbang pada makanan misalnya ikan laut yang tercemar. Walaupun demikian produsen vaksin tetap berupaya meniadakan thimerosal dalam vaksin atau menggantikan dengan zat lain, sesuai anjuran WHO.

Apa saja keuntungan bila menggunakan vaksin kombinasi?

1. Mengurangi jumlah suntikan. Suntikan vaksin DPaT dan HiB yang terpisah memerlukan 6 kali suntikan untuk imunisasi primer, nah dengan Infanrix/HiB hanya perlu 3 kali. Suntikan pertama saat usia bayi 2 bulan, suntikan kedua waktu usia 3-4 bulan, dan suntikan ketiga pada umur 4-6 bulan. Ini berarti mengurangi trauma kesakitan pada bayi.

2. Hemat waktu. Tiap kali anak diimunisasi orang tua tentu perlu meluangkan waktu untuk membawa anak ke dokter. Adanya vaksin kombinasi dapat menghemat waktu dan juga tenaga untuk datang ke dokter.

3. Hemat biaya. Harga vaksin kombinasi yang sekitar 285.000 rupiah ini mungkin terkesan lebih mahal ketimbang vaksin-vaksin tunggal. Namun kalau dihitung-hitung total biaya yang dikeluarkan untuk vaksin kombinasi akan lebih sedikit ketimbang vaksin DPaT dan vaksin HiB secara terpisah. Bukankah setiap kali datang untuk imunisasi ada biaya-biaya lain yang dikeluarkan. Misalnya, biaya transportasi, administrasi, dokter, dan biaya vaksin itu sendiri.

4. Efek samping lebih kecil. Perlu digarisbawahi penggunaan vaksin kombinasi DPaT-HiB tidak menjamin seratus persen bahwa anak tak akan mengalami demam. Namun kalaupun ada efek samping demam, persentasenya sedikit sekali. Demikian pula halnya dengan reaksi lokal yang terjadi seperti bengkak, kemerahan dan rasa nyeri pada bekas suntikan. Jadi secara umum, vaksin kombinasi DPaT-HiB memiliki efek samping yang jauh lebih rendah dibandingkan vaksin DPT dan HiB secara terpisah.

5. Risiko tertular penyakit berkurang. Pemberian imunisasi yang satu-satu akan mempersering membawa anak berkunjung ke rumah sakit atau dokter. Padahal di sana terdapat pasien dengan berbagai penyakit yang membuat anak berisiko tertular. Nah, dengan adanya vaksin kombinasi, kemungkinan itu jadi lebih kecil.

Andaikata saat usia 2 bulan seorang bayi sudah diimunisasi DPT, lalu di usia selanjutnya orang tua ingin mengimunisasi anaknya dengan vaksin kombinasi, apakah ini bisa dilakukan?

Boleh saja tak masalah. Begitupun sebaliknya. Tentunya orang tua sudah tahu mana yang lebih menguntungkan. Namun komunikasikan hal tersebut terlebih dulu dengan dokter yang ada.

Bagaimana efektivitas vaksin kombinasi?

Penelitian membuktikan, vaksin kombinasi DPaT-HiB menciptakan proteksi optimal terhadap difteri, pertusis, tetanus dan berbagai penyakit akibat bakteri HiB, yang sama baiknya dibandingkan vaksin DPaT dan HiB yang diberikan secara terpisah.

Memang, tingkat kekebalan vaksin kombinasi DPaT/HiB lebih rendah daripada vaksin DpaT dan HiB terpisah. Toh, bukan berarti tingkat kekebalan vaksin kombinasi tidak bagus. Vaksin kombinasi tetap memberikan kekebalan atau antibodi pada tubuh dalam ambang garis kekebalan tubuh yang sudah ditentukan. Jadi, vaksinasi kombinasi DPaT dan HiB cukup untuk mempertahankan kekebalan tubuh dan melindungi tubuh sampai 5 tahun.

4 PENYAKIT YANG DAPAT DITANGKAL VAKSIN KOMBINASI DPaT/HiB

Difteria

Merupakan penyakit akibat infeksi bakteri Corynebacterium diphteriae. Kuman tersebut masuk lewat hidung ke tenggorokan dan membuat semacam selaput yang makin lama melebar sehingga menyumbat jalan napas. Bahayanya, bakteri ini juga memproduksi racun (toksin) yang dapat menyebar ke seluruh organ tubuh seperti jantung dan sistem saraf. Pada kasus berat, kuman ini dapat menyumbat jalan napas. Difteria sangat menular dan menyerang anak-anak berusia di bawah 5 tahun. Penularannya terjadi melalui percikan ludah dari udara pernapasan penderita.

Pertusis atau Batuk Rejan

Disebut juga batuk seratus hari atau whooping cough. Penyebabnya adalah bakteri Bordetella pertussis. Bakteri ini menghasilkan racun (toksin) pada selaput lendir saluran napas yang merangsang pembentukan dahak yang banyak dan kental. Bayi sangat sulit mengeluarkan lendir ini sehingga berisiko meninggal karena tak bisa bernapas. Gejalanya, bayi kecil tampak biru dan kejang.

Pertusis dapat ditemukan pada semua usia. Separuhnya pada anak di bawah usia 2 tahun dan terutama pada bayi-bayi di bawah 6 bulan. Ditularkannya melalui percikan air liur atau udara pernapasan penderita. Pada banyak kasus, pertusis anak ditularkan oleh orang tuanya yang ternyata seorang pengidap (karier).

Tetanus

Penyebabnya bakteri Clostridium tetani yang ada di alam bebas terutama di tanah dan kotoran binatang. Tetanus sangat berbahaya jika mengenai bayi baru lahir. Biasanya terjadi saat pemotongan tali pusat dengan alat dan cara yang tidak steril.

Gejala tetanus adalah kejang-kejang dan kesulitan menelan. Pada bayi baru lahir tampak mulutnya yang mencucu, tidak dapat menetek, sehingga dapat mengakibatkan kematian. Untuk menekan angka penderita tetanus, ibu hamil perlu diberi vaksinasi suntikan TT dan para ibu juga perlu diajarkan bagaimana merawat tali pusat bayinya yang baru lahir dengan baik.

Meningitis

Penyebabnya adalah bakteri Haemophilus Influenzae tipe B yang sangat menular. Penularannya terjadi melalui udara dan kontak langsung dengan penderita. Gejalanya tidak spesifik. Penyakitnya hanya dapat diketahui setelah terjadi kerusakan pada selaput saluran pernapasan. Kerusakan tersebut ditandai dengan timbulnya demam, rinitis (peradangan selaput lendir hidung), sakit tenggorokan, batuk, lelah, nyeri otot dan kepala, muntah serta diare.

Anak balita terutama bayi paling berisiko tertular penyakit ini. Meski pasien bisa disembuhkan, kemungkinan besar ia akan mengalami gangguan pendengaran, gangguan mental bahkan gangguan otak.

Dialog bos dan inem

Bos bara: encis (susu)
Bunda: siap bos *segera buka tandon*
Bos bara: pipis
Bunda: siap bos *angkat & bw ke kmr mandi
Bos bara: nyanya (nyanyi)
Bunda: siap bos *ambil hp & puter lagu anak2
Bos bara: bis, papu (lampu)
Bunda: siap bos *ambil buku halo balita edisi aku senang keliling kota
#nikmatnya jd bunda, ditulis saat di bis otw plg sambil mnikmati aishiteru dari musisi jalanan

12 Mei 2010 03:48 am

*** argggh baru sempet posting, copy paste from my FB***

Pagi… masih pagi yang sama..
Yang berbeda, kini bayi mungil itu sudah berusia satu tahun.
“Nda” bayi itu memanggilku
Ah bahkan dia sudah bisa menciumku (engkaulah kebahagiaan sayangku)
dan tidak lupa menggigitku hihihi.
Setaun sudah kita belajar bersama…
Bunda akan tetap menjadi malaikatmu nak…
Bersinarlah terus bintangku like Aldebaran Star in the night sky
Selamat Ulang Tahun Aldebaran

YaBun sayang Bara

YaBun sayang Bara

Metamorfosa My lil Aldebaran

Procot alias 1 hari

Procot alias 1 hari

1 Bulan

1 Bulan

2 Bulan

2 Bulan

3 Bulan

3 Bulan

4 Bulan

4 Bulan

5 Bulan

5 Bulan

6 Bulan

6 Bulan

7 Bulan

7 Bulan

8 Bulan

8 Bulan

9 Bulan

9 Bulan

10 Bulan

10 Bulan

11 Bulan

11 Bulan

1 TAHUN

1 TAHUN

12 Bulan alias 1 tahun

12 Bulan alias 1 tahun

1 Tahun

1 Tahun

12Mei09 03:45 wib Welcome to the world Al..

Satu pembuktian sebagai Ibu alhamdulillah telah kulewati…
Minggu seperti biasanya, aku jalan pagi bareng huby ke pasar minggu, … biasa aja, ga da yang rasa aneh di perut, dan adek tetep aktif seperti biasa. Yang ngga biasa adalah,, udah beberapa hari ini aku ma huby selalu bisikin ke adek “adek kalo udah siap keluar, ga usah ditunda lagi ya sayang, bunda ma ayah juga udah siap, udah ga sabar pengen liat adek.. bla bla bla”. Senin pagi mau berangkat kantor juga ga da rasa aneh, hanya ayah yang bisikin “adek keluar sekarang aja, mumpung ada uti ke malang”.. Jam 12.00 seperti biasa aku jalan ke fakultas kedokteran untuk makan siang, iseng aku bawa mukenah buat sekalian nyoba sholat di musholla FK. Karena perut keroncongan, kuputuskan untuk makan dulu, semangkok pangsit mie dan segelas jus jeruk manis, alhamdulillah kenyang dan adek masih aktif menendang. Setelah makan, ambil wudhu dan mulai sholat dhuhur, dan tepat di sujud terakhir rakaat keempat, terasa seperti ada yang meletus di perutku, masyaAllah “air deras mengalir membasahi mukenahku”. Kucoba menenangkan diri, tapi tetep aja gugup, panik, serasa lemes aku, dan hampir kupastikan itu air ketuban *gimana nih pikirku, sendirian lagi, masa mo jalan ke MIPA, jauh, bisa2 brojol ditengah jalan*.. ada mahasiswi FK nawarin bantuan buat dibawa ke klinik FK, tapi kupikir2 akhirnya harus ke MIPA, telp suami!!!!
Akhirnya jalan ke MIPA dengan kondisi celana yang basah kuyup *orang2 ngeliat mungkin dikira ngompol kali ya, hiihihi*. Perjuangan akhirnya sampe ke pos satpam MIPA “mas, ni air ketubanku keluar, panggilin bu ruli” kupastikan 100% mas is kaget dan langsung panggil bu ruli. Dan akhirnya bala bantuan datang, bu ruli, bu vira, bu mega dan mas tro nganterin ke RS melati husada, leggaaa “dek, baca2 sholawat”, minta bu ruli.. “iya bu” *duh betapa takutnya aku, tapi tetep berdoa semoga bisa lewati semua ini dengan nilai 100.
Telp huby, huby juga kaget “haaaa, terus gimana mi, diantar sapa mi, ya wes ati2, bentar lagi aku sampe”..
“dokter, saya mau ke melati husada, ketuban pecah”
“sampe melati jam berapa?”
“5 menit lagi dokter”
“oke saya ke melati sekarang”
“tapi dokter nuke kan yang nangani”
“iya”
… percakapan awal dengan dokter nuke…
“pi lama banget nyampenya, aku takut”
“sudah dijalan,papi berdoa buat mami sambil jalan, iou, ajak omong ade, bilang papi dalam perjalanan”
“gimana keadaan mami, ada dokternya?”
……
sms ayah bilang kalo ibu suruh cepet ke malang..
…..
sampe melati jam 13.00 langsung mendapat penanganan dokter nuke, suntik antibiotik, rekam detak jantung baby, usg, dan periksa dalam
“masih buka 1, belom sakit ya mbak?”
“belom dokter”
“gimana, ini mau curi start pake drip sekarang ato nunggu sampe jam 01.00 besok pagi buat nunggu kontraksi normal?”
shock bener2 shock aku, secara aku udah baca2 kalo pake drip sakitnya minta ampun
“nunggu aja dulu dokter”
“emang sakit ya dokter pake drip”
“ngga kok, saya dulu juga pake drip, curi start”
“iya nunggu aja dulu” *sambil berharap bisa kontraksi normal*
sampe jam 4 belom ada kontraksi sama sekali, aku semakin takut, mana air ketuban ni masih sesekali mengalir keluar, terus kuajak ngomong si adek, berdoa “ya Allah, atas seijinmu keluarkanlah anakku dengan lancar”. kulihat perutku, semakin mengecil saja.
Jam 16.30 ibu dan 2 adekku datang bareng sama suami. sedikit lega… tapi tetep aja belom kontraksi. Periksa dalam lagi, dan tetep ga nambah pembukaan. Keliatan ibu konsultasi dengan bidan jaga.
Akhirnya jam 20.00 aku sms dokter nuke “gimana ini dok, belom kontraksi sama sekali”
“kersa di drip mbak”
“iya deh dokter, bismillah” dengan pertimbangan ntr kalo nunggu sampe jam 1 pagi keburu ketubanku abis. Akhirnya tepat jam 21.30 aku dibawa ke ruang bersalin “ya Allah kumantapkan hati, bismillah, semoga semuanya berjalan lancar”. aku langsung diinfus dan susternya bilang “harus kuat ya..”
“gapapa kok mbak”
ga berapa lama kemudian, mulai deh terasa sakitnya, still undercontrol alias masih bisa kutahan meskipun dengan sedikit meringis sampe pembukaan 3. Beruntung suami ma ibu dibolehin jaga disampingku. Suster nina terus memegang perutku untuk mengontrol kondisi si adek sambil sesekali mencatat di buku kecil dipangkuannya. sedikit terhipnotis dengan obrolan ibu dengan suster nina tentang sekolah bidan *secara adekku mau masuk sekolah bidan*.
Hemmmh sampe pembukaan 4 aku udah mulai ga kuat, mulai pegangan ranjang, mulai menggelinjang kesakitan… “suster ga kuat suster”
akhirnya diturunin tetesan infusnya.. bener2 terbukti dah apa yang aku baca di internet, pake drip ini bener2 1000 sakit jadi satu. sampe pembukaan 7 udah seperti keabisan nafas, adek juga udah mulai mendorong pengen keluar, udah kerasa mo ngejan, tapi tetep ga boleh, belom waktunya
“ibuuuuuuuu ga kuat bu, sakit bu” *sambil kupegangi tangan ibuku, suami lagi sholat*
“bu pengen ngejan!”
“ga boleh mbak, jangan ngejan dulu” kata suster
ini bener2 puncaknya sakit, sakiiiiiiiiiiit banget nget nget nget
stelah menahan ngejan beberapa saat, akhirnya diperiksa dalam lagi sma suster nina, dan tampak para suster sudah siapan segala sesuatunya, dan kulihat dokter nuke datang. akhirnya dokter bilang “ayo mbak udah saatnya”
ya Allah, saatnya aku praktekin ilmu dari senam hamil
aku mulai mengejan sambil disemangati dokter nuke dan para suster, dibantu suami dan ibuku.
“lama banget ya ga kluar2″ pikirku
akhirnya ku ejan kuat banget, dan
“ayo mi sedikit lagi” kata suamiku
alhamdulillah perjuangan ini selesai, semuanya berjalan dengan lancar, duuuh senengnya liat si bayi nangis. Bersyukur banget, ilang deh sakitnya *kalo ini boong pasti, masih kerasa sakiiiiiiiiit*
dan pembaca, tebak apa yang aku bilang sama suami “uah pi ya, satu aja* hehehe.
Welcome to the world Aldebaran Diamanta Nafis
Bembem bangetsMa boy

Untuk Riris

SELEKSI PENERIMAAN MAHASISWA BARU
A. PERSYARATAN DAN MEKANISME PENDAFTARAN
1. PERSYARATAN
1) Dasar pendidikan :
a) Lulusan SMA/SMU/Madrasah Aliyah jurusan IPA
b) Kelas 12 (lulus th 2008/2009)

2) Umur maksimal 23 tahun (pada tgl 1 September 2009)

3) Tinggi Badan Minimal
a) Jurusan Keperawatan : Pria 158 cm, Wanita 153 cm
b) Jurusan Kebidanan : wanita 153 cm
c) Jurusan Gizi : Pria 155 cm, Wanita 150 cm

4) Berbadan sehat, tidak buta warna, dan tidak tuna fisik
lainnya, yang dapat mengganggu tugas & penampilannya

5) Nilai untuk mata ajar Fisika, Kimia, Biologi, matematika, dan Bahasa Inggris minimal 75 (tujuh lima),
ajar lain minimal nilai 70 (tujuh puluh) dari semester 1 – 5
6) Memiliki prestasi nonakademik selama di bangku SLTA di tingkat sekolah/lokal/regional/nasional

7) Dinyatakan lulus dalam Ujian Akhir Nasional (bila sudah diterima)

2. MEKANISME PENDAFTARAN:
1) Calon peserta seleksi datang sendiri ke tempat pendaftaran
2) Panitia seleksi melakukan pengukuran tinggi badan (TB) terhadap peserta seleksi
3) Calon peserta yang memenuhi persyaratan TB dapat dilanjutkan mengisi formulir pendaftaran.
4) Formulir yang telah diisi dikembalikan kepada panitia dengan dilengkapi persyaratan sebagai berikut :
a. Daftar Nilai Prestasi Akademik
b. Daftar Kegiatan dan Prestasi Non akademik
c. Foto copy Rapor smt 1 – 5 yang sudah dilegalisir
d. Fotocopy Surat Keterangan Lulus/STTB/Ijazah SLTA yang dilegalisir (menyusul bila sudah diterima)
e. Fotocopy sertifikat/Piagam penghargaan/bukti berprestasi (disahkan oleh kepala sekolah)
f. Pas foto hitam putih terbaru ukuran 4 x 6 cm sebanyak 5 lembar (tidak memakai kacamata gelap, kedua telinga harus
terlihat kecuali yang memakai jilbab).
g. Surat keterangan Berbadan sehat, tidak buta warna, dan tidak tuna fisik lainnya, yang dapat mengganggu tugas &
penampilannya dari dokter RS Pemerintah
h. Peserta hanya boleh memilih 1 (satu) Program Studi
i. Surat Rekomendasi dari kepala sekolah
j. Biaya pendaftaran Rp. 100.000,-. (seratus ribu rupiah)

B. WAKTU & TEMPAT PELAKSANAAN
WAKTU :
PENDAFTARAN :
Tanggal 11 – 20 Mei 2009
Pada hari Senin – Jum’at : Pukul: 08.00 – 15.00 WIB
PENGUMUMAN SELEKSI
tanggal 2 Juni 2009 Pk. 10.00 WIB
DAFTAR ULANG
tanggal 2 – 5 Juni 2009 pk 08.00 – 15.00 WIB
TEMPAT PELAKSANAAN :
KAMPUS PUSAT POLTEKKES DEPKES MALANG
Jl. Besar Ijen No. 77c, Telp. (0341) 566075 Malang

C. AlOKASI MAKSIMAL
Penerimaan Mahasiswa Jalur PMDP pada th akademik 2009/2010 menerima mahasiswa maksimal 30 % dari alokasi yang
Diterima

PROGRAM STUDI JUMLAH
Program Studi D III Keperawatan Malang 40
Program Studi D III Keperawatan Blitar 30
Program Studi D III Keperawatan Lawang 13
Program Studi D III Kebidanan Malang 23
Program Studi D III Kebidanan Kediri 20
Program Studi D III Kebidanan Jember 23
Program Studi D III Gizi Malang 45

D. BIAYA PENDIDIKAN :
Mengacu pada Peraturan Pemerintah RI No: 13 Th 2009 Tentang Jenis dan Tarif atas Penerimaan Negara bukan Pajakyang
berlaku di DepKes ditetapkan biaya pendidikan sbb :

Follow

Get every new post delivered to your Inbox.